Ramalan Jaman
Naskah ramalam yang saya susun ini diceriterakan secara turun temurun oleh keturunan keluarga trah ningrat Cangkudu, asal keturunan negara Sumedang larang, bukan ramalan yang disalin atau disadur dari ramalan Jayabaya yang terkenal itu; tetapi ramalan ini adalah ramalan atau Uga (bah. Sunda, dan seterusnya disebut Uga) yang khusus mengenai tanah Pasundan.
Orang-orang zaman dahulu, hidup ayem tenteram, pasrah kepada apa adanya , hidup bertawakkal sewajarnya, tiada berlebih-lebihan mengejar kehidupan duniawi, sebab tiada khawatir akan bekal yang akan datang , kekhawatiran mereka tertuju pada mengumpulkan cukup bekal untuk hari di akherat yang bakal langgeng nanti. Hanya ada kekhawatiran bahwa bekal belum mencukupi, maut sudah menjemput.
Apa yang bakal terjadi dalam kehidupan di dunia ini memang sudah ada suratan dari sananya. Kata orang Sunda :kadar teu beunang disinglar, takdir mo bisa sumingkir. Lagi pula di dunia ini kan kita tidak lama, ada mulanya ada Kebojiro pamungkasnya. Yang terbawa arus lakon di dunia ini , adalah semua yang hidup di dunia ini, tidak ada yang dapat menghindar, karena kita ini sekadar wayang ; begitu kita lahir ke dunia telah dibe kali bagian lakon - peranan- karya yang Serba Segala Maha.
Karena itu orang zaman dahulu, mengembalikan segala-galanya kepada Yang maha Kuasa, asal dariNya, kembali kepadaNya, kita tak daya tak upaya. Entahlah ini adalah impian seorang Bujangga, yang tidur lelap dengan hati yang terjaga, atau pendengaran yang tidur dengan sukma yang siaga, tiba-tiba teranglah baginya ceritera Uga Sumedang Larang, untuk menjadi perhatian dan pemikiran para keturunan yang bakal darma melakoninya.
Katanya :
Bakal datang Munding Bule, yang akan lama menguasai negara ini, dan kemudian akan diusir oleh orang katai berkulit kuning yang datang dari sebelah Utara, tetapi mereka tak dapat lama menguasai negara ini, tidak seperti si Munding Bule mereka tak dapat berkuasa lama, hanya selama umur jawawut. Sesudah si orang katai itu terusir, datanglah Kelong Wewe yang membawa senjata Kucubung wulung ( bedil). Tetapi juga Kelong Wulung ini tak bisa bertahan di negeri ini.
Dia terpaksa kembali ke tanah airnya , sedangkan orang yang setia kepadanya banyak yang ikut mukim di negaranya. Waktunya telah tiba negara kembali kepada yang pemiliknya. Hanya sayang sekali, kalau diibaratkan orang, negara ini tidak sehat dan tak mau tumbuh dewasa, selalu berada dalam keributan, kekacauan, peperangan antar bangsa sendiri. Kesuburannya yang terkenal itu tidak membawa kemakmuran, tiada tenteram, tidak aman , tak mengenal keadilan apalagi kesejahteraan.
Katanya pula kita bakal dijajah oleh bangsa Cina, pembawaannya panas sehingga jalan-jalanpun harus diberi atap. Tetapi bbangsa Cina ini tidak kuat pula menguasai negara ini, keadaan semakin semerawut, negara berada dalam keributan dan kekacauan yang tak habis=habisnya. Prang-pring peperangan antar saudara sendiri. Air menjadi susah di dapat, negara menjadi kering kekuaranagan air.
Pepohonan besar habis ditebang, hanya ditinggal yang kecil-kecilnya. Perempuan hilang rasa malunya , tidak peduli aurat tubuhnya. Pakaian lelaki maupun perempuan sama. Lelaki hilang kelaki-lakiannya, jika melihat alas kaki lelaki lain didepan rumahnya dia mundur dan tak peduli apa yang dilakukan istrinya . Maling dilindungi penjahat merajalela dimana-mana. Ditambah lagi dengan adanya Rampog Kawasen, yaitu orang-orang yang memiliki surat kuasa untuk merampok dan menyita harta benda rahayat.
Bandung yang penduduknya sangat padat, yang tenggelam dalam kedurhakaan dan dosa-dosa sebuah kota besar, akan kembali menjadi telaga seperti sedia kala, kembali menjadi telaga yang dibuat Sangkuriang pada zaman dahulu kala. Katanya Sanghiang Tikoro akan tertutup sehingga Citarum terbendung dan akan meneggelamkan kota maksiat ini. ( mungkin tertutup G. Tangkubanparahu, jika gunung ini meletus).
Sumedang semakin tidak berarti sebagai kota, akhirnya akan pindah ke Ujung jaya.
Sukapura ( Tasikmalaya) berpucuk lagi, penduduknya giat berdagang da n berusaha. Cianjur tidak mendapat kemajuan, hanya sekadar jadi kota kelewatan. (Dilalui lalu lintas Jakarta Bandung tetapi tak dapat memangfaatkannya).
Jakarta bakal tinggal nama, kota ini akan tenggelam, ditelan lautan. Tadinya juga hanya ludah Cihaliwung! Sesudah si Kelong Wewe itu terusir ,negara semakin kacau balau karena ulah manusianya sendiri! Kalau mau mencari hiburan orang zaman yang akan datang, tidak usah pergi keluar rumah, sebab para Ronggengnyalah yang datang kerumah-rumah melalui kawat yang terpancang. Mereka akan menyanyi menari dan menghibur dengan cara pelbagai macam yang menyenangkan. Mereka akan merumpi....
Diantara para ronggeng itu nanti akan ada bintangnya yang sangat disayangi oleh siapapun terutama rakyat biasa. Namanya adalah Nyai Golewang. Nyai inilah yang nanti akan menikah dengan seorang satria yang akan menjadi ratu Adil. Baru dibawah pemerintahan Ratu ini negara ini akan menjadi negara yang makmur adil dan raharja sebagaimana yang dicita-citakan oleh setiap insan di negara ini. Katanya sekarang Nyai Golewang itu sedang menunggu-nunggu saja
TANDA-TANDA AKAN DATANGNYA RATU ADIL
Seperti tadi dikatakan, keadaan negara ini sangat kacau balau, darah membanjir, manusia saling membunuh tanpa ada sebab-sebab yang jelas, nyawa manusia seakan-akan tak ada harganya sama sekali. Orang memandang mayat manusia tidak bedanya dengan melihat bangkai binatang saja, dia sudah tidak peduli. Pembunuhan antar bangsa berkecamuk di mana-mana.
Mencari nafkah makin susah, banyak orang pergi ke negeri Arab, dimana mereka mengharapkan kemudahan mencari rejeki. Sementara itu Nyi Golewang menanti sang Ratu dengan hampir putus asa.
CIRI-CIRI PRIBADI RATU ADIL.
Ratu inilah yang adalah :
- RATU ADIL HIDAYATTULLAH.
- MEDAL SAKING KUDRATULLAH
- METU SAKING PAJAJARAN.
- DIBABADONG BATOK
- PAKARANGNA BEDOG RUMPUNG
- TATAPA DI TEGAL LUAR
Sesudah Ratu Adil ini bertemu dan menikah dengan Nyi Ronggeng Golewang dan memerintah negara ini, maka muncullah kemakmuran kesejahteraan dan keamanan bagi negara ini. Petani sugih mukti, pedagang kaya raya dan para pejabat pemerintahan tenang dan tenteram hidupnya.
1. Munculnya dan pribadinya Ratu Adil itu telah ada di kudratnya, artinya telah ditakdirkan Tuhan memang demikian adanya.
2. Kemungkinan Ratu ini adalah putra Sunda. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa Pajajaran artinya adalah negeri yang berjajar yaitu Indonesia. Katanya Ratu Adil ini adalah orang Indonesia, tidak mesti khusus putra Sunda.
3. Arti babadong belum jelas. Ada yang mengatakan itu tanda kebesaran seperti mahkota. Jadi kalau mahkotanya itu hanyalah batok (tempurung), itu berarti bahwa pribadi Ratu adil itu adalah pribadi yang sangat sederhana, tidak mementingkan kekayaan atau materi.
4. Senjatanya adalah golok yang telah usang, telah butut, bukan yang tajam dan mengerikan.
5. Mungkin artinya pribadi Ratu Adil ini tidak ditopang kekuasaannya karena senjata. Bukan tentara.
6. Menimba ilmunya (bertapa ) di luar negeri.
Bahwa Ratu ini sangat ditunggu-tunggu oleh Nyi Golewang dan kemudian menikah dengannya, menyiratkan bahwa ratu ini mempunyai hubungan yang sangat baik dengan media yang dapat dipercaya dan disukai ra'yat banyak. Apakah ada kemungkinan Ratu Adil ini insan pers?
Sayang keadaan negara kembali kacau balau setelah Ratu Adil ini wafat, perang antar bangsa tiada henti-henti, ditambah perusakan di muka bumi oleh manusia yang yang tenggelam dalam keserakahan mengeruk keuntungan untuk dirinya sendiri, sehingga Tuhanpun menjadi murka, dan mendahulukan negara ini ditimpa Kiamat dini sebelum seluruh bumi dikiamatkan. Nusantara tenggelam lagi dalam lautan, hanya puncak-puncak gunungnya saja yang tampak di permukaan laut.
Katanya kalau mau selamat lebih baik kita pada pindah saja ke benua atau pulau lain sebelum prahara ini terjadi. Negeri Arab tetap ada dalam perlindungan yang Maha Kuasa. Duniapun bukanlah dunia yang damai sebagaina diharapkan, Timur-Tengah tetap gawat, sampai akhirnya muncul Sang Imam Mahdi yang membawa perdamaian di dunia. Kelak dunia ini ada dibagi menjadi 4 wilayah, yang masing-masing diperintah oleh seorang wasir, sang raja yang menguasai seluruh dunia ini adalah Sang Imam Mahdi itu. Tetapi tanah air kita ini telah lama sirna.
Katanya pula kelak di langit banyak hal-hal yang aneh akan nampak. Apakah memang bintang jatuh (komet) yang banyak tampak terbang diangkasa itu ataukah memang kapal-kapal yang sangat cepat terbangnya, pokoknya banyak sekali cahaya yang diam maupun bergerak cepat turut menerangi langit selain bulan dan bintang-bintang . Hal ini hanya akan diketahui oleh orang yang suka bertahajud tengah malam. (Mungkin karena mereka keluar malam untuk wudhu! ). Malahan katanya orang-orang inilah yang akan paling dulu mengetahui akan terjadinya Kiamat, karena matahari tak terbit selama 2 hari, dan pada hari yang ketiga baru terbit disebelah Barat!. Inilah tanda Kiamat Kubro.
Itulah menurut apa yang saya dengar, tidak dikurangi, tidak pula dilebihi, hanya sekadar diatur agar enak dibacanya dan mudah difahaminya. Itu juga tak begitu baik.
Wallahualam bissawaab!
Karlina Sudarsono